Pejabat Optimis Migas Sejahterakan Rakyat

SABTU, 18 DESEMBER 2010 | 17:06 WITA |

PASANGKAYU — Optimisme pemerintah Sulbar dan Pemkab Matra terkait pengelolaan migas di daerah ini cukup kuat. Hampir seluruh pejabat di lingkup Pemprov dan Pemkab di Sulbar ini menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakatnya begitu pengerjaan migas dilakukan. Salah satunya didengungkan Gubernur Anwar Adnan Saleh saat menghadiri pengeboran perdana PT Tattley NV di Desa Saptanajaya Kecamatan Saruddu, tepatnya di sumur LG 1 Budong-budong, Kamis 16 Desember.

“Pengelolaan migas ini akan membawa dampak luas di daerah kita, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dari produksi migas,” kata Anwar Adnan Saleh. Dia menepis anggapan yang menyatakan jika hasil migas nantinya adalah milik perusahaan penggarap, melainkan milik bangsa Indonesia yang tak lain adalah masyarakat Sulbar. Dia juga meminta agar warga di sekitar pertambangan tidak terprovokasi dengan berbagai pemberitaan terkait dampak pengeboran migas yang dikerjakan secara outsorche atau pengeboran darat ini.

Pernyataan sama disampaikan Ketua DPRD Matra, Yaumil RM. Saat diminta tanggapannya, dia menyampaikan optimismenya bahwa taraf kehidupan masyarakat Matra dan Sulbar secara umum bakal meningkat seiring berproduksinya pertambangan yang masuk dalam wilayah Blok Budong-budong ini.

Apalagi sistem sharing bagi hasilnya, menurut Yaumil, cukup jelas yakni sekira 15 persen untuk pemerintah setempat. “Cuma memang waktunya yang agak lama yakni baru bisa berproduksi minimal empat tahun setelah digarap. Itu bisa melampaui satu periode di dewan,” celetuk Ketua Partai Golkar Matra ini.

Sementara GM Tattely, Songgues dalam keterangannya menyampaikan jika pihaknya siap bekerja sama dengan masyarakat di Matra dalam pengerjaan pengeboran migas ini. Untuk persiapan pengerjaan pengeboran perdana kemarin, pihaknya mengaku sudah mulai berada intensif di Matra sejak Oktober lalu.

Dia juga menekankan keselamatan kerja bagi setiap pekerja dan warga masyarakat, khususnya di Desa Saptanajaya selama dalam masa pengerjaan pengeboran minyak itu. (nur)

Sumber : http://lokalnews.fajar.co.id/read/112140/29/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s