Mossad Badan intelegen Israel Kejam dan Licik

Jejak Mossad dalam menebar teror di Timur Tengah makin panjang. Badan intelijen Israel yang dikenal sangat licik dan kejam itu kembali menghabisi nyawa orang yang dianggap menjadi sandungan bagi Zionis dan juga melakukan cara apapun untuk meng GOLkan kepentingan zionis israel. Mahmoud al-Mabhouh, komandan militer Hamas, dibunuh di Dubai pada 19 Januari lalu. Sebenarnya kiprah mossad sudah sangat lama,mossab berkembang setelah mendapat angin dengan menduduki paksa tanah palestina hingga sekarang.

ISRAEL benar-benar arogan. Meski bukti-bukti kuat atas keterlibatan agen rahasia mereka dalam pembunuhan Mabhouh sudah ditunjukkan kepolisian Dubai, namun Negeri Zionis itu masih sangat percaya diri. Tak secuil pun menunjukkan kekhawatiran bahwa hubungan mereka dengan negara-negara lain akan mengalami krisis.

Bahkan, beberapa jam sebelum otoritas Dubai membongkar kasus itu ke publik, mereka dengan pongah mengklaim bahwa Inggris dari awal sudah tahu skenario pembunuhan. Dilansir Haaretz, Israel menyebut Menteri Luar Negeri Inggris David Milliband ”telah mengizinkan” penggandaan paspor milik warga Inggris untuk digunakan agen Mossad.

Di sisi lain ada laporan yang mengungkapkan Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris mengaku tak diberitahu mengenai kejelasan target. Siapa anggota Mossad yang akan masuk ke Uni Emirat Arab menggunakan data palsu itu dan siapa sasaran mereka.

Menanggapi klaim Israel tersebut, karuan saja Inggris berang dan menepisnya. Jangankan memperbolehkan, laporan tentang penggandaan paspor itu saja baru mereka terima beberapa jam sebelum Dubai mempublikasikan pembunuhan tokoh Hamas.

”Seperti yang kami katakan sebelumnya, kami (baru) menerima informasi (penggandaan) paspor Inggris beberapa jam sebelum konferensi pers. Dan baru dapat merespons keotentikan paspor sehari setelahnya,” tukas Kementerian Luar Negeri Inggris seperti dikutip Daily Mail Jumat (19/2).

Kepolisian Dubai hingga saat ini mendaftar 11 nama tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan pemimpin senior Hamas itu. Enam diantaranya berasal dari Inggris.

Di bawah komando Meir Dagan, sepak terjang Mossad memang dikenal makin tak peduli soal hubungan diplomatik. Apalagi mereka yakin bahwa Eropa maupun Amerika Serikat tetap akan menjadi sekutu terbaiknya, apapun yang terjadi. Bagi Mossad, siapapun yang menentang Zionis, akan jadi musuh besar mereka yang sah untuk dicabut nyawanya. Begitu kejamnya mereka, Mossad ini bak agen rahasia yang ”memegang lisensi” untuk membunuh siapa saja.

Dilaporkan Times, sejak 1970-an, agen intelijen Israel itu diyakini berada di balik pembunuhan kepada sejumlah orang. Di antaranya, menghabisi nyawa Ali Hassan Salameh, pemimpin kelompok Black September, pada 22 Januari 1979 lewat bom mobil. Disusul menembak mati Zuhair Mohsen, politisi Syria yang mendukung PLO pada 15 Juli 1979. Mossad juga menghujani peluru hingga tewas pemimpin Fatah Khalil al-Wazir alias Abu Jihad pada 16 April 1988 (selengkapnya lihat grafis). Dan, seperti kematian tokoh Hamas kali ini, dalam aksi-aksi tersebut Israel selalu berkelit.

Sebelum pembunuhan Mahbhoub yang memperuncing konflik Israel-Palestina itu, pada Desember 2009, Mossad diyakini juga melakukan teror dengan cara meledakkan bus wisata di luar Damaskus, Syria. Disusul serangan ketika Hamas menggelar pertemuan dengan Hizbullah di Lebanon yang menelan korban jiwa.

Toh, meski dikenal sangat lihai dan rapi dalam aksinya, ternyata ada juga yang lolos dari kekejaman Mossad. Salah seorang yang bernasib baik itu adalah Peter Hounam, jurnalis BBC dan The Sunday Times. Hounam akhirnya bebas setelah ditahan selama empat hari di penjara bawah tanah rahasia oleh Mossad.

Mossad menangkap Hounam karena mengira dia memiliki rekaman film wawancara dengan teknisi nuklir israel, Mordechai Vanunu. Dilansir Daily Telegraph (19/2), usaha diplomatik dan publikasi media Israel membuatnya terbebas dari cengkeraman Mossad. Ketika di depan publik Hounam mengibarkan celana dalam tahanan dari Mossad sebagai tanda kebebasan.

Berbagai kejahatan dan pelanggaran hukum internasional itu tak menghalangi Mossad untuk mengulangi aksinya. Israel cuek terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB agar tak mengulangi aksi yang membahayakan perdamaian dan keamanan internasional.

Sumber : http://pandjiwinoto.co.cc

Komentar ditutup.