Wapres: Demokrasi dan Kebebasan Pers Dua Hal Tak Terpisahkan

Sabtu, 07/08/2010 00:45 WIB

Lia Harahap – detikNews

Jakarta – Sebagai negara yang baru terlepas dari belenggu zama Orde Baru, perjalanan demokrasi di Indonesia masih butuh waktu untuk sampai pada posisi yang stabil. Bersama kebebasan pers, demokrasi sudah selayaknya berjalan beringan sebagai wujud reformasi negara ini.

“Betapa pentingnya membangun demokrasi kita sekarang ini, di mana setiap langkah itu disorot dengan terinci, semua tereskpos secara telanjang. Dan itu menunjukkan kebebasan pers tidak bisa dipisahkan dari demokrasi,” kata Wakil Presiden, Boediono.
\Hal itu dia sampaikan dalam sambutannya di acara ulang tahun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Gedung Usmar Ismail, Jl Rasuna Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/8/2010).

Dia mengatakan, perubahan wajah Indonesia jelas sangat terlihat. Itu terbukti dari semakin bebasnya masyarakat untuk memberikan kritik pada pejabat ketika apa yang mereka lakukan belum menunjukkan manfaat bagi kehidupan rakyat.

“Saat ini semua warga negara bisa dengan bebas menyampaikan kritik pada para pemimpin maupun pejabatan. Itu menunjukkan perbedaan pemimpin maupun pejabat dan masyarakat itu semakin tipis,” ujar dia.

Tak hanya mengkritik, kata Wapres, buah dari demokrasi itu sendiri adalah semakin giatnya rakyat mengontrol sejauh mana pemerintah benar-benar memberikan kontribusinya untuk kemakmuran masyarakat banyak.

“Demokrasi adalah sistem yang bisa menyatukan kehendak rakyat dengan penguasa. Pada gilirannya legitimasi dari demokrasi itu dapat diperoleh memberikan manfaat pada rakyat dan dapat dirasakan oleh rakyat yaitu keadilan dan kesajatreaan salah,” jelas orang nomor dua di Indonesia ini.

Wapres mengatakan mesin demokrasi saat ini belum berjalan dengan mantab. Kebebasan pers adalah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi dalam sebuah negara demokrasi.

“Kebebasan pers adalah tantangan terbesar bagi penguasa sekarang ini, sekarang penguasa tidak bisa lagi memberangus kebebasan pers,” ucapnya.

Pria berkacamata ini pun meyakinkan bahwa pemerintahan SBY ini tidak pernah berniat menghalangi kebebasan pers. Hanya saja dia meminta pada semua pihak bermain pada jalurnya masing-masing.

“Saya menekankan tidak pernah sedetik pun pemerintahan SBY dan Boediono ini berniat untuk memperlemah kebebasan itu (pers). Pemerintah tidak akan cederai aspirasi tersebut. Pesan saya satu, yaitu mainkan peran kita masing-masing dengan pas dan mantab. Siapapun yang diberi peluang hendaklah dapat melaksanakan dengan baik dan diberi ruang untuk memegang amat itu,” pesannya.

Wapres yakin tanpa bantuan media, fungsi kontrol demokrasi itu belumlah sempurna. “Tanpa media yang bebas masyarakat akan kehilangan elemen penting sebagai fungsi kontrol dan demokrasi akan terancam. Kepada para rekan jurnalis, demokrasi kita juga ada di tangan anda semua. Maka itu mari kita bekerja dengan setulus hati,” katanya.

“Move on, never part, with your consciense and your love for the country,” tandasnya.

(lia/lrn)

Sumber :

Komentar ditutup.